Makalah “Pemanfaatan Informatika dalam Bidang Farmasi”

MAKALAH

 “PEMANFAATAN INFORMATIKA DALAM

BIDANG FARMASI‚ÄĚ

dengan tema :

Manfaat Komputer dalam Bidang Farmasi

 

Disusun Oleh :

ANDIDA

                                                                        NIS : 111211108  

 

KOMPETENSI KEAHLIAN FARMASI

SEKOLAH MENENGAH KEJURUAN

BHAKTI KENCANA

TASIKMALAYA

2014

 

KATA PENGANTAR

Assalamualaikum Wr. Wb

Segala puji dan syukur saya panjatkan kehadirat Alloh SWT yang telah memberikan rahmat dan hidayah-Nya, sehingga saya dapat menyelesaikan makalah ‚ÄúPemanfaatan Informatika dalam Bidang Farmasi‚ÄĚ.

Penulisan makalah ini diajukan untuk memenuhi salah satu syarat dalam bidang pelajaran KKPI (Keterampilan Komputer Pengelola Informasi).

Dalam penyusunan makalah ini, saya senantiasa mendapat perhatian, bantuan dan bimbingan dari semua pihak, baik berupa moril maupun materil. Oleh karena itu, saya mengucapkan terimakasih kepada :

  1. Bapak Asep Mulyana, S.Kep., Ners selaku Kepala SMK Bhakti Kencana Tasikmalaya;
  2. Bapak Adi Mulyadi, SE selaku Wali Kelas;
  3. Bapak Agung Gumilar, S.Kom selaku Guru Mata Pelajaran KKPI;
  4. Semua Staf Guru SMK Bhakti Kencana Kota Tasikmalaya;
  5. Kedua orang tua yang selalu mendukung selama proses penyusunan makalah ini;
  6. Rekan-rekan khususnya kelas XII Farmasi 1 dan semua pihak yang secara langsung maupun tidak langsung ikut serta dalam menyelesaikan makalah ini.

Saya menyadari bahwa pada dasarnya makalah ini masih jauh dari sempurna, karena keterbatasan wawasan dan pengetahuan saya terutama yang berhubungan dengan makalah ini. Untuk itu kritik dan saran yang bersifat konstruktif sangat diharapkan untuk membantu saya dalam penyusunan makalah yang lebih baik.

 

Wassalamualaikum Wr. Wb

Tasikmalaya,      Maret 2014

Penyusun

 

BAB I

PENDAHULUAN

1.1         Latar Belakang

Perkembangan teknologi telah merubah bagaimana cara kita hidup dan bekerja. Perkembangan teknologi informasi dunia yang begitu pesat sekarang ini telah merambah ke berbagai sektor. Seiring dengan perkembangan teknologi yang sangat pesat, kita juga dituntut untuk dapat memanfaatkan perkembangan teknologi tersebut. Salah satu cara memanfaatkan perkembangan teknologi informasi adalah penggunaan komputer di berbagai bidang kehidupan.

Berdasarkan penelitian yang dilakukan oleh lembaga penelitian Nielsen pada Agustus 2009, 276.9 juta orang menggunakan e-mail di seluruh Amerika, beberapa negara Eropa, Australia, dan Brazil, meningkat hingga 20 percent dibandingkan tahun 2008. Para pekerja, ibu rumah tangga, manajer, dan para remaja menggunakan internet untuk mengirim email, menelusuri internet, mencari data, bersosialisasi, bahkan bermain games.

Penggunaan komputer saat ini sudah mempengaruhi hampir di seluruh aspek kehidupan. Komputer merupakan perangkat elektronik yang tidak lagi asing bagi masyarakat dunia. Saat ini hampir seluruh bidang pekerjaan menggunakan komputer untuk membantu seseorang dalam pekerjaannya. Disisi lain kita menyadari bahwa teknologi komputer merupakan salah satu alat penting dalam peradaban manusia khususnya pada era globalisasi sekarang ini.

Manfaat komputer sangat banyak dan beraneka ragam. Pemanfaatan komputer secara bijak akan sangat membantu pada bidang pekerjaan tersebut. Manfaat penggunaan komputer tidak hanya dirasakan oleh para penggunanya tetapi juga akan dirasakan oleh organisasi atau perusahaan di tempat orang tersebut bekerja. Begitu banyak dampak yang ditimbulkan dengan adanya perkembangan teknologi informasi yang begitu pesat.

Pada kesempatan ini, saya akan membahas mengenai peranan dan manfaat penggunaan komputer khususnya di bidang kesehatan. Akan sangat disayangkan jika perkembangan teknologi informasi dalam dunia medis tidak ditingkatkan, karena secara otomatis dunia medis akan jauh tertinggal dengan bidang-bidang lainnya, dimana dijaman sekarang ini setiap bidang menggunakan komputer untuk membantu mereka beradaptasi dengan teknologi yang semakin berkembang.

Sebagai contoh di negara Amerika Serikat dan negara yang relatif maju baik dari sisi anggaran kesehatan maupun teknologi informasi komputer, rumah sakit rata ‚Äď rata menginvestasikan anggarannya beberapa persen untuk teknologi informasi. Negara-negara yang tidak memanfaatkan perkembangan teknologi informasi akan menjadi sangat tertinggal dengan negara-negara lainnya.

 

1.2         Tujuan

Tujuan penyusunan makalah ini adalah memberikan informasi tentang Informatika dalam bidang farmasi yang berfokus pada pengobatan yang berhubungan dengan data, informasi dan pengetahuan dalam sistem  kesehatan termasuk, penyimpanan, penggunaan analisis, dan penyebaran dalam pengiriman obat yang optimal terkait  pengobatan dan kesembuhan pasien,agar dalam melayani pelayanan kepada masyarakat cepat dan tepat.

 

BAB II

PEMBAHASAN

2.1         Information And Communication Technology (ICT)

ICT (Information and Communication Technology) atau dalam Bahasa Indonesia disebut  Teknologi Informasi dan Komunikasi merupakan suatu teknologi yang digunakan untuk mengolah data, termasuk memproses, mendapatkan, menyusun, menyimpan,memanipulasi data dalam berbagai cara untuk menghasilkan informasi yang berkualitas, yaitu informasi yang relevan, akurat dan tepat waktu, yang digunakan untuk keperluan pribadi, bisnis, dan pemerintahan dan merupakan informasi yang strategis untuk pengambilan keputusan. Revolusi ICT ini mempunyai dampak yang luas. Revolusi ICT telah menyebabkan terjadinya revolusi teknologi secara menyeluruh, karena ICT telah menjadi suatu komponen utama bagi semua teknologi lain termasuk yang sepintas tampak tidak berhubungan seperti kedokteran, sipil/arsitek, geologi, pertanian, yang perencanaan dan operasionalnya sangat bergantung pada ICT.

 

2.2         Informatika Farmasi

Informatika Farmasi merupakan bidang yang relatif baru, Informatika farmasi disebut juga sebagai farmako-informatika. Informatika farmasi adalah bidang ilmiah yang berfokus pada pengobatan yang berhubungan dengan data, informasi dan pengetahuan dalam sistem kesehatan  termasuk, penyimpanan, penggunaan analisis, dan penyebaran dalam pengiriman obat yang optimal terkait  pengobatan dan kesembuhan pasien.
Penerapan kemajuan teknologi informasi dalam penggunaan perangkat keras komputer dan perangkat lunak, informatika farmasi mampu memberikan metode pembiayaan yang efektif untuk apotek dan rumah sakit untuk berkomunikasi dengan mudah dan menciptakan kerangka kerja yang maju dimana dapat memenuhi kebutuhan masyarakat.

Dalam rangka memberikan pengalaman akhir yang lebih baik bagi pasien dan menciptakan lingkungan yang memiliki kepentingan pasien ‚Äėterbaik di pikiran, informatika farmasi mensinkronisasikan dokter, apoteker, pekerja rumah sakit, dan profesional kesehatan lainnya sehingga untuk memastikan bahwa riwayat medis pasien dan catatan resep tersedia bagi mereka yang membutuhkannya. Hal ini dapat membantu dalam mengurangi jumlah waktu yang diperlukan untuk diagnosa tertentu, memeriksa interaksi obat yang mungkin atau alergi sebelum resep ditulis, dan memastikan bahwa resep pasien siap ketika mereka membutuhkan dan telah diperiksa keakurasiannya.

 

2.3         Manfaat Informatika Farmasi

Manfaat informatika farmasi antara lain:

  1. Membantu praktisi farmasi dalam beberapa hal, baik desain sistem dan manajemen database yang dapat merampingkan proses sehingga personil yang digunakan lebih efisien dan informasi yang tersedia tepat waktu.
  2. Meningkatkan komunikasi antara apoteker, dokter dan tenaga kesehatan lainnya, serta pasien.
  3. Mampu meningkatkan kecepatan diagnosis dan memeriksa interaksi obat yang mungkin atau alergi sebelum resep diisi/ditulis.
  4. Informatika farmasi memungkinkan pasien untuk memiliki pemahaman yang lebih baik dari obat-obatan yang mereka dapatkan dan memungkinkan mereka menjadi aset penting dalam pengobatan penyakit mereka sendiri.
  5. Apoteker juga mungkin dapat membantu dokter dan orang lain dalam menemukan resep yang tepat untuk kondisi tertentu, yang dapat mengurangi kebutuhan untuk beberapa kunjungan ke praktek dokter. Hal ini, dikombinasikan dengan biaya yang rendah karena berkurangnya kunjungan ke dokter, penggunaan obat generik, sehingga sangat mengurangi biaya pengobatan bagi pasien.

 

2.4         Sistem Informasi Farmasi

Informatika farmasi bekerja dengan sistem informasi farmasi yang membantu apoteker membuat keputusan yang sangat baik tentang terapi obat pasien sehubungan dengan, catatan asuransi kesehatan, interaksi obat, serta informasi resep dan pasien. Divisi Farmasi bertanggung jawab terhadap pengelolaan barang farmasi berupa obat yang digunakan oleh semua unit di lingkungan rumah sakit baik untuk pelayanan rawat jalan termasuk rawat darurat dan bedah sentral, pelayanan rawat inap termasuk rawat intensif maupun penggunaan obat yang digunakan di lingkungan penunjang medis seperti laboratorium.

Sistem Informasi Farmasi dibagi menjadi 2, yaitu :

  1. Sistem Informasi Instalasi Farmasi, yaitu sistem untuk mengelola data atau informasi tentang input data barang, transaksi atau distribusi barang-barang kebutuhan di instalasi farmasi sampai dengan pembuatan laporan. Secara garis besar variabel-variabel yang harus ada didalam sistem informasi instalasi farmasi antara lain:

a)    Input data master (kemasan, satuan, pabrik, PBF, kelas terapi, kelompok, sediaan dll)

b)   Input data barang farmasi

c)    Transaksi-transaksi barang :

  • Permintaan barang dari pelayanan kesehatan di rumah sakit ke instalasi farmasi
  • Distribusi barang dari instalasi farmasi ke pelayanan kesehatan di rumah sakit
  • Return permintaan barang
  • Permintaan pembelian barang ke bagian pengadaan atau purchase
  • Order pembelian barang ke supplier (SOP)
  • Penerimaan barang dari order pembelian
  • Retur pembelian barang
  • Bonus pembelian
  • Koreksi stok dan pemakaian barang

d)   Laporan-laporan :

  • Laporan penerimaan & distribusi barang ke instalasi secara periodik
  • Laporan pembelian & penerimaan barang gudang
  • Laporan stok per-pelayanan kesehatan di RS
  • Laporan stok instalasi farmasi
  • Kartu persediaan.
  1. Sistem Informasi Apotek, yaitu sistem pengelolaan data yang dihasilkan dari proses manajemen di unit apotik dari input data sampai dengan output data (laporan-laporan yang dihasilkan di unit apotek). Secara garis besar variabel-variabel yang harus ada di dalam sistem informasi apotek antara lain:

a)    Penjualan obat ke pasien (Rawat jalan, Rawat Inap, UGD)

b)   Retur penjualan obat

c)    Print nota penjualan obat

d)   Laporan penjualan harian

e)    Laporan penjualan resep & resep untuk rawat jalan

f)    Laporan penjualan berdasarkan jenis sediaan

g)   Laporan penjualan resep per dokter

h)   Laporan penjualan berdasarkan supplie

i)      Laporan obat Slow Moving

j)     Laporan obat Expired Date (ED)

k)   Laporan penjualan  VV obat narkotika & psikotropika

l)     Laporananalisis

m) Grafik penjualan

 

2.5         Teknologi Jaringan Internet

Teknologi jaringan internet sangat bermanfaat bagi instalasi farmasi rumah sakit untuk meningkatkan pelayanannya terhadap pasien. Informasi tentang rumah sakit lain diseluruh dunia dapat diketahui secara mudah, cepat dan akurat dengan mengakses web site yang terkait dengan informasi yang dikehendaki. Kegiatan PIO (Pusat Informasi Obat) juga sangat terbantu dengan adanya homepage tertentu yang menyediakan informasi pemakaian, interaksi dan segala aspek yang terkait dengan obat maupun permasalahan yang terkait dengan proses terapi, gizi dan masalah kesehatan lain. Homepage-homepage tersebut sebagian menyediakan informasi secara gratis dan sebagian lagi memberikan layanan dengan imbalan sejumlah fee tertentu.

Kegiatan penelitian dan penelusuran pustaka yang terkait dengan obat dan terapi juga sangat terbantu mengingat dimungkinkannnya orang mengakses suatu perpustakaan tertentu dengan teknik telnet atau http (hypertext transfer protocol) atau ftp (file transfer protocol). Kepala instalasi juga dapat berlangganan majalah atau jurnal yang terkait dengan obat dan terapi sehingga memudahkan penelusuran informasi yang akan meningkatkan kinerja seluruh karyawan di instalasi tersebut. Pengiriman surat yang selain memboroskan kertas, tinta dan waktu dapat dihindari dengan tersedianya surat elektronik (e-mail) yang memudahkan pengiriman pesan dan informasi kepada teman sejawat, atasan ataupun bawahan yang terkait dengan struktur organisasi dalam rumah sakit tersebut maupun dengan pihak-pihak lain di seluruh dunia. Fasilitas mailing list juga memungkinkan farmasis untuk berdikusi tentang obat-obatan dan kesehatan.

 

2.6         Peranan ITC dalam Bidang Farmasi

Komputer banyak diaplikasikan di bidang medis. Banyak rumah sakit menggunakan sistem informasi untuk menangani transaksi yang berhubungan dengan karyawan, justru medis, dan pasien. Teknologi informasi banyak diterapkan dalam bidang farmasi dan juga kedokteran, yaitu :

  1. CTscan (Computer Tomography)

CT scan adalah alat yang mampu memotret tubuh bagian dalam manusia tanpa perlu melakukan pembedahan. Peralatan ini menggambungkan teknolohi informasi dengan teknologi sinar ‚Äď X.

  1. Smart Card

Sistem berbasis kartu cerdas (smart card) dapat digunakan juru medis untuk mengetahui riwayat penyakit pasien yang datang ke rumah sakit karena dalam kartu tersebut para juru medis dapat mengetahui riwayat penyakit pasien.

 

BAB III

PENUTUP

 

3.1         Simpulan

Dari hasil penulisan makalah ini, saya sebagai penulis dapat mengambil kesimpulan bahwa makalah dengan tema ‚ÄúManfaat Komputer dalam Bidang Farmasi‚ÄĚ ini dapat membantu Siswa Farmasi lebih memahami tentang komputer dan segala manfaatnya didalam dunia farmasi. Sehingga dapat juga memanfaatkan pengetahuan tersebut didalam bidang pelajaran KKPI (Keterampilan Komputer Pengelola Informasi) maupun bidang pelajaran yang lainnya.

Kemudian dapat mengetahui lebih spesifik tugas seorang Farmasis diluar sekolah atau dapat disebut didunia kerja baik di Rumah Sakit maupun di Industri Farmasi.